Memuat berita

Nasional

Eskalator Stasiun Duri Mendadak Gangguan, 12 Orang Luka Ringan Termasuk Dua Anak

Fazlur Rahman · 04 Oktober 2026 · 22:05 WIB · 2 dibaca
Eskalator Stasiun Duri Mendadak Gangguan, 12 Orang Luka Ringan Termasuk Dua Anak

Foto: Kompas Megapolitan

Sebanyak 12 pengguna KRL mengalami luka ringan setelah salah satu eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, mengalami gangguan pada Sabtu (3/10/2026) pagi. Para korban terdiri dari 10 orang dewasa dan dua anak-anak.

Gangguan terjadi sekitar pukul 07.45 WIB pada eskalator yang berada di area akses menuju jalur 5. Insiden tersebut sempat terekam dan beredar di media sosial, memperlihatkan sejumlah penumpang terdampak setelah terjadi gangguan pada fasilitas tersebut.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan petugas keamanan yang sedang berjaga di peron 5 langsung mengambil tindakan setelah mengetahui adanya gangguan. Operasional eskalator segera dihentikan untuk mencegah pengguna lain ikut terdampak.

“Begitu kejadian diketahui, petugas di Stasiun Duri langsung merespons dan memberikan pertolongan untuk evakuasi,” kata Karina dalam keterangannya, Sabtu (3/10).

Para pengguna yang mengalami luka kemudian dievakuasi ke Pos Kesehatan (Poskes) Stasiun Duri. Di lokasi tersebut, seluruh korban menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan awal dari petugas kesehatan.

“Seluruh pengguna yang mengalami luka-luka dibantu ke Poskes untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan awal,” ujar Karina.

Berdasarkan pendataan KAI Commuter, sebanyak 12 orang terdampak dalam kejadian tersebut. Perusahaan memastikan seluruh korban mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan awal.

Dari jumlah tersebut, lima orang dinyatakan sudah dapat melanjutkan perjalanan setelah mendapatkan pemeriksaan. Sementara lima korban lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Duta Indah untuk memperoleh penanganan lebih lanjut. Dua korban lainnya masih menjalani observasi lanjutan.

“Kami akan terus memastikan kondisi seluruh pengguna tersebut serta memberikan bantuan sesuai kebutuhan,” kata Karina.

Setelah kejadian, KAI Commuter langsung mengamankan area eskalator dan menghentikan sementara penggunaan fasilitas tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada pengguna lain yang berada dalam risiko selama pemeriksaan berlangsung.

Petugas teknis kemudian melakukan pengecekan terhadap kondisi eskalator. Sejumlah bagian fasilitas diperiksa untuk mengetahui kondisi teknis sekaligus mencari penyebab gangguan yang terjadi.

Hingga Sabtu siang, penyebab pasti gangguan masih dalam proses pemeriksaan oleh tim teknis. KAI Commuter belum menyimpulkan penyebab kejadian sebelum pemeriksaan tersebut selesai.

Untuk sementara, pengguna yang hendak menuju jalur 5 diarahkan menggunakan akses alternatif, termasuk tangga yang telah disiapkan. Aktivitas perjalanan kereta di Stasiun Duri sendiri tetap berjalan, sementara petugas berjaga di sekitar area eskalator yang ditutup.

KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna yang terdampak akibat gangguan fasilitas tersebut. Perusahaan juga memastikan kondisi para korban terus dipantau dan bantuan diberikan sesuai kebutuhan.

KAI Commuter menegaskan aspek keselamatan dan keamanan pengguna menjadi perhatian dalam penanganan insiden ini. Pemeriksaan terhadap eskalator dilakukan untuk memastikan fasilitas tersebut dapat kembali digunakan setelah dinyatakan aman oleh tim terkait.

Insiden di Stasiun Duri menjadi perhatian karena eskalator merupakan salah satu fasilitas penting untuk membantu mobilitas penumpang, terutama di stasiun dengan aktivitas perjalanan yang padat. Karena itu, pemeriksaan teknis dan pengamanan area menjadi langkah penting untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali membahayakan pengguna.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan, KAI Commuter mengimbau seluruh penumpang untuk mengikuti arahan petugas dan menggunakan jalur alternatif yang tersedia. Informasi mengenai kondisi fasilitas dan perkembangan penanganan akan disampaikan setelah pemeriksaan teknis selesai.