Memuat berita

Nasional

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% di Triwulan II 2026, Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang

Rizqi Akbar Sadly · 07 Agustus 2026 · 16:48 WIB · 2 dibaca
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% di Triwulan II 2026, Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang

Foto: Kompas.com

JAKARTA — Perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan II 2026. Capaian tersebut menjadi kabar positif di tengah ketidakpastian ekonomi global serta meningkatnya tensi geopolitik yang masih membayangi perekonomian sejumlah negara.

Pertumbuhan ekonomi nasional pada periode tersebut salah satunya ditopang oleh meningkatnya aktivitas masyarakat selama masa libur sekolah. Kondisi ini turut mendorong kinerja sejumlah sektor, terutama akomodasi serta makanan dan minuman, informasi dan komunikasi. Sektor listrik dan gas juga mencatat pertumbuhan yang tinggi seiring meningkatnya kebutuhan energi selama musim kemarau.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Di saat yang sama, investasi dan ekspor menunjukkan tren positif yang memberikan sinyal optimistis terhadap daya tahan perekonomian Indonesia di tengah tekanan eksternal. Kombinasi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih memiliki fondasi yang cukup kuat.

Meski demikian, capaian pertumbuhan tersebut masih dibayangi sejumlah tantangan struktural. Pertumbuhan industri pengolahan dan sektor pertanian mengalami perlambatan, padahal kedua sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) sekaligus menjadi sumber penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Tantangan lainnya datang dari struktur ketenagakerjaan nasional. Pekerja informal masih mendominasi pasar kerja Indonesia, yang berpotensi meningkatkan kerentanan ekonomi sekaligus memperlebar kesenjangan sosial apabila tidak diimbangi dengan perlindungan yang memadai. Kondisi tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah untuk memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata.

Ke depan, penguatan iklim investasi, percepatan pertumbuhan industri, peningkatan kualitas pendidikan, serta perluasan akses jaminan sosial bagi pekerja informal dinilai menjadi langkah penting. Dengan strategi tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan tidak hanya mampu bertahan pada level yang tinggi, tetapi juga menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan menghasilkan pertumbuhan yang inklusif serta berkeadilan.