Memuat berita

Berita International

Dua WNI Terluka Akibat Serangan Houthi di Riyadh, Bandara King Khalid Ditutup hingga 17 Oktober

Fazlur Rahman · 15 Oktober 2026 · 00:11 WIB · 2 dibaca
Dua WNI Terluka Akibat Serangan Houthi di Riyadh, Bandara King Khalid Ditutup hingga 17 Oktober

Foto: Minanews.net

Dua warga negara Indonesia (WNI) mengalami luka ringan akibat serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10/2026). Keduanya sempat menjalani perawatan medis di dua rumah sakit berbeda sebelum akhirnya diperbolehkan pulang pada hari yang sama.

Informasi mengenai korban WNI tersebut dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh pada Selasa (13/10/2026). Kabar ini menambah perhatian terhadap keselamatan warga Indonesia di tengah meningkatnya ancaman serangan terhadap wilayah Arab Saudi. 

Menurut informasi yang disampaikan KBRI Riyadh, kedua WNI mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Sulaiman Habib Al Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib Al-Takhasusi di Riyadh. Setelah menjalani penanganan medis, keduanya dinyatakan dapat meninggalkan rumah sakit pada hari yang sama.

Kementerian Luar Negeri RI kemudian membenarkan kabar tersebut. Kedua korban diketahui merupakan WNI yang tinggal di Arab Saudi dan bukan jemaah umrah. Meski mengalami luka ringan, insiden ini menjadi perhatian karena serangan terjadi di kawasan bandara internasional yang menjadi salah satu pusat mobilitas masyarakat dan perjalanan udara. 

Sebelum memperoleh konfirmasi resmi dari otoritas Saudi, KBRI Riyadh telah melakukan langkah penelusuran untuk memastikan apakah terdapat WNI yang menjadi korban. Perwakilan Indonesia mengirimkan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Senin (12/10), kemudian melakukan pengecekan ke sejumlah rumah sakit di Riyadh.

KBRI juga berkoordinasi dengan komunitas WNI dan pihak terkait untuk memantau situasi serta memastikan keselamatan warga Indonesia. Langkah tersebut dilakukan menyusul rangkaian serangan yang dilaporkan menyasar Bandara Internasional King Khalid dalam beberapa hari terakhir. 

Ancaman keamanan di Riyadh belum sepenuhnya mereda. Otoritas Arab Saudi sebelumnya melaporkan keberhasilan mencegat rudal balistik yang mengarah ke ibu kota tersebut. Selain itu, tiga pesawat nirawak atau drone juga dilaporkan berhasil dicegat dan dilumpuhkan di wilayah utara Riyadh.

Rangkaian serangan tersebut berdampak pada operasional penerbangan. Bandara Internasional King Khalid diperpanjang penutupannya hingga Sabtu (17/10/2026) pukul 24.00 waktu setempat. Penutupan ini berpotensi mengganggu perjalanan penumpang, termasuk warga negara asing yang hendak bepergian melalui Riyadh. 

Situasi tersebut membuat KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI yang berada di Arab Saudi agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta menghindari lokasi yang dinilai rawan, mematuhi instruksi otoritas setempat, serta terus memantau informasi resmi dari pemerintah Arab Saudi dan KBRI.

KBRI juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil foto atau video, merekam, maupun menyebarkan informasi mengenai proses pencegatan rudal dan drone serta lokasi jatuhnya proyektil. Imbauan ini sejalan dengan pembatasan yang diberlakukan otoritas Saudi terhadap dokumentasi dan penyebaran informasi terkait insiden keamanan. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenai sanksi sesuai hukum yang berlaku di negara itu. 

Di tengah situasi yang berkembang, warga Indonesia di Arab Saudi diharapkan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Mengikuti pengumuman resmi, menjaga komunikasi dengan keluarga, dan mematuhi arahan petugas menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko selama ancaman keamanan masih berlangsung.

Peristiwa yang menyebabkan dua WNI mengalami luka ringan ini sekaligus menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat di luar negeri. Meski kedua korban telah diperbolehkan pulang, perkembangan keamanan di Riyadh dan dampaknya terhadap operasional penerbangan masih perlu terus dipantau.

KBRI Riyadh menyatakan tetap memantau kondisi keamanan dan memberikan pelayanan kepada WNI. Masyarakat Indonesia yang berada di Arab Saudi diimbau mengutamakan keselamatan, menjauhi titik rawan, serta menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama selama situasi belum sepenuhnya kondusif.