Memuat berita

Nasional

Desak Made Ukir Rekor dan Persembahkan Emas Keempat, Target Indonesia di Asian Games 2026 Tercapai

Fazlur Rahman · 01 Oktober 2026 · 11:45 WIB · 4 dibaca
Desak Made Ukir Rekor dan Persembahkan Emas Keempat, Target Indonesia di Asian Games 2026 Tercapai

Foto: Media Indonesia

Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, kembali menunjukkan dominasinya di nomor speed putri Asian Games. Bertanding di Port Messe Nagoya Exhibition Hall 1, Jepang, Rabu (30/9/2026), Desak berhasil merebut medali emas sekaligus mempersembahkan keping emas keempat bagi Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Desak memastikan kemenangan setelah mencatatkan waktu 6,062 detik pada babak final. Atlet asal Bali itu hanya unggul 0,002 detik atas wakil China, Deng Li Juan, yang menyelesaikan lintasan dengan waktu 6,064 detik. Sementara medali perunggu diraih atlet Korea Selatan, Jeong Jimin, dengan catatan waktu 6,18 detik.

Persaingan pada babak final berlangsung sangat ketat. Selisih yang hanya dua per seribu detik membuat hasil perlombaan ditentukan oleh detail yang sangat kecil. Desak mampu menjaga kecepatan hingga garis finis dan mencatat waktu yang cukup untuk menempatkannya di posisi teratas.

Catatan 6,062 detik tersebut sekaligus menjadi rekor baru Asian Games dan Asia menurut laporan pertandingan. Torehan itu memperbaiki rekor yang sebelumnya dimiliki Desak dengan catatan 6,07 detik.

Keberhasilan tersebut sekaligus membuat Desak mempertahankan gelar juara yang diraihnya pada Asian Games 2022 di Hangzhou, China. Pada edisi tersebut, Desak juga mengalahkan Deng Li Juan di final dan meraih emas dengan waktu 6,364 detik.

Perjalanan Desak menuju podium tertinggi di Aichi-Nagoya juga tidak berlangsung mudah. Pada babak kualifikasi yang digelar sehari sebelumnya, Desak mencatat waktu terbaik 6,29 detik dan menempati posisi ketiga. Ia berada di belakang Deng Lijuan yang mencatat 6,23 detik serta Jeong Jimin dengan 6,25 detik.

Desak kemudian tampil lebih cepat pada fase eliminasi. Di perempat final, ia mencatat waktu 6,39 detik dan menjadi yang tercepat di heat-nya. Pada semifinal, catatannya kembali membaik menjadi 6,36 detik dan memastikan tiket ke partai final.

Puncaknya terjadi di final. Desak mampu memangkas catatan waktunya hingga 6,062 detik dan mengalahkan Deng dengan margin yang sangat tipis. Kemenangan tersebut sekaligus menambah koleksi emas Indonesia menjadi empat keping.

Sebelum Desak menyumbangkan emas dari panjat tebing, Indonesia telah mengamankan tiga medali emas melalui cabang olahraga lainnya. Emas pertama datang dari tim bulu tangkis beregu putra, kemudian Rahmat Erwin Abdullah dari angkat besi kelas 75 kilogram putra, serta pasangan Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin dari nomor ganda putra.

Dengan tambahan emas Desak, Indonesia resmi memenuhi target empat medali emas yang telah ditetapkan untuk Asian Games 2026. Hingga Rabu (30/9), Kontingen Indonesia tercatat mengoleksi empat emas, tujuh perak, dan 20 perunggu atau total 31 medali.

Pencapaian Desak juga mempertegas posisi panjat tebing sebagai salah satu cabang olahraga yang mampu memberikan kontribusi penting bagi Indonesia di ajang olahraga terbesar Asia. Keberhasilannya mempertahankan emas sekaligus mencatat rekor menunjukkan konsistensi performa atlet berusia 25 tahun tersebut di nomor speed.

Namun, perjuangan Indonesia di cabang panjat tebing belum selesai. Setelah Desak mengamankan emas dari nomor speed putri, perhatian berikutnya beralih kepada nomor speed putra. Indonesia masih memiliki Aditya Tri Syahria dan Veddriq Leonardo yang akan tampil pada putaran final, Kamis (1/10). Keduanya lolos dari kualifikasi, dengan Aditya bahkan mencatat rekor Asian Games 4,62 detik pada babak kualifikasi.

Bagi Desak Made, emas di Aichi-Nagoya bukan hanya mempertahankan gelar Asian Games. Catatan 6,062 detik juga menjadi tonggak baru dalam perjalanan kariernya di nomor speed. Setelah kembali berdiri di podium tertinggi, atlet asal Bali tersebut kini memiliki pencapaian baru untuk dibawa ke persaingan internasional berikutnya.

Kemenangan di Nagoya sekaligus menutup hari penting bagi Kontingen Indonesia. Target empat emas yang sebelumnya menjadi sasaran telah terpenuhi melalui kontribusi bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing. Dengan masih berlangsungnya sejumlah nomor pertandingan, peluang Indonesia untuk menambah koleksi medali tetap terbuka hingga penutupan Asian Games Aichi-Nagoya 2026.