Memuat berita

Keuangan

Dasco dan Kapolri Suyudi Datangi BEI di Tengah IHSG Anjlok 10 Persen

Devi Sry Atmaja · 19 Oktober 2026 · 11:30 WIB · 2 dibaca
Dasco dan Kapolri Suyudi Datangi BEI di Tengah IHSG Anjlok 10 Persen

Foto: Kompas.com/Suparjo Ramalan

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad terpantau menyambangi Gedung Bursa Efek Indonesia. Kunjungannya berlangsung di Jakarta. Tidak lama kemudian, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto juga tiba di lokasi yang sama. Keduanya hadir pada Jumat siang (16/10/2026). Kedatangan Dasco dan Kapolri Suyudi terjadi di tengah gejolak pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat. Indeks terjun hingga 10 persen pada perdagangan tersebut. Kondisi ini memicu kewaspadaan di kalangan pelaku pasar dan otoritas.

Pelemahan IHSG yang mencapai 10 persen menjadi salah satu koreksi terdalam dalam waktu singkat. Sentimen negatif mendominasi perdagangan saham. Investor dan pelaku pasar memantau perkembangan dengan cermat. Suasana di seputar Bursa Efek Indonesia turut tegang. Salah satu faktor yang menjadi latar belakang pelemahan adalah sentimen reklasifikasi. Lembaga pemeringkat MSCI dikabarkan memiliki rencana mengubah status pasar modal Indonesia. Status yang saat ini sebagai Emerging Market berpotensi turun menjadi Standalone Market. Kabar tersebut memicu aksi jual di pasar.

Dengan hadirnya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Gedung BEI, perhatian publik semakin meningkat. Kehadiran pimpinan parlemen di tengah gejolak pasar menandakan perhatian lembaga legislatif. Koordinasi antarlembaga menjadi salah satu langkah yang diharapkan. Situasi pasar membutuhkan respons cepat. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang juga tiba di BEI menambah dimensi keamanan. Kehadiran Kapolri di tengah anjloknya IHSG menunjukkan kewaspadaan terhadap potensi dampak sosial. Stabilitas pasar modal berkaitan erat dengan kepercayaan publik. Pengamanan dan pemantauan situasi menjadi bagian dari respons.

Rencana reklasifikasi MSCI dari Emerging Market menjadi Standalone Market menjadi isu sensitif. Status Emerging Market selama ini memberikan keuntungan bagi aliran modal asing. Jika turun menjadi Standalone Market, dampaknya berpotensi signifikan terhadap likuiditas dan minat investor. Sentimen ini menekan IHSG hingga 10 persen. Kedatangan dua tokoh penting di Gedung BEI pada waktu berdekatan menarik perhatian media. Sufmi Dasco Ahmad dan Kapolri Suyudi Ario Seto hadir di tengah kondisi pasar yang bergejolak. Belum ada keterangan resmi mengenai substansi kunjungan mereka. Namun, timing kedatangan tidak lepas dari situasi IHSG.

Anjloknya indeks hingga 10 persen dalam satu hari perdagangan menjadi alarm bagi otoritas. Otoritas jasa keuangan, BEI, dan pemerintah dipastikan memantau kondisi secara ketat. Kehadiran unsur DPR dan Polri di lokasi memperkuat sinyal koordinasi. Stabilitas sistem keuangan menjadi prioritas bersama. Sufmi Dasco Ahmad sebagai Wakil Ketua DPR RI memiliki peran dalam pengawasan kebijakan ekonomi. Kunjungannya ke BEI di tengah krisis pasar menjadi bentuk perhatian legislatif. Sementara Kapolri Suyudi memastikan aspek ketertiban dan keamanan tetap terjaga. Sinergi antarlembaga terlihat dari kehadiran keduanya.

Sentimen MSCI mengenai reklasifikasi status pasar modal Indonesia menjadi pemicu utama tekanan jual. Pelaku pasar bereaksi terhadap kemungkinan turunnya status dari Emerging Market. Dampak psikologis langsung terasa pada pergerakan IHSG. Koreksi 10 persen mencerminkan kekhawatiran yang cukup dalam. Gedung Bursa Efek Indonesia menjadi pusat perhatian pada Jumat siang tersebut. Selain pelaku pasar, tokoh nasional dari DPR dan Polri turut hadir. Suasana di kawasan BEI dipenuhi kewaspadaan. Informasi terkait langkah stabilisasi dinanti oleh seluruh pihak.

Dengan IHSG yang terjun bebas, otoritas pasar diperkirakan mengambil langkah-langkah penenangan. Kehadiran Dasco dan Kapolri dapat menjadi bagian dari upaya koordinasi lintas sektor. Meskipun substansi pertemuan belum diungkapkan, sinyal perhatian dari pimpinan lembaga sudah terlihat jelas. Pasar menunggu respons konkret. Rencana reklasifikasi MSCI masih menjadi isu yang berkembang. Pemerintah dan otoritas terkait dipastikan melakukan komunikasi dengan pihak MSCI. Upaya menjaga status Emerging Market menjadi salah satu fokus. Sementara itu, stabilitas jangka pendek IHSG tetap harus dijaga.