Memuat berita

Nasional

Darmawan Prasodjo Dicopot dari Dirut PLN, Suroso Isnandar Jadi Pengganti di Tengah Sorotan Pemadaman Batam

Fazlur Rahman · 15 Oktober 2026 · 00:12 WIB · 3 dibaca
Darmawan Prasodjo Dicopot dari Dirut PLN, Suroso Isnandar Jadi Pengganti di Tengah Sorotan Pemadaman Batam

Foto: Beritambang

Darmawan Prasodjo resmi dicopot dari jabatan Direktur Utama PT PLN (Persero). Keputusan pergantian pucuk pimpinan perusahaan listrik negara tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 14 Oktober 2026. Posisi yang ditinggalkan Darmawan kini diisi oleh Suroso Isnandar, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. 

Pergantian tersebut dikonfirmasi Komisaris Independen PLN, Andi Arief. Ia membenarkan adanya perubahan pada posisi direktur utama ketika dimintai keterangan oleh awak media. Dengan keputusan itu, Suroso dipercaya memimpin PLN di tengah sorotan publik terhadap keandalan pasokan listrik, khususnya setelah gangguan kelistrikan berkepanjangan di Batam.

Menurut laporan detikFinance, RUPSLB digelar secara daring melalui Zoom dan dihadiri jajaran direksi serta komisaris PLN, termasuk Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Tedi Bharata. Suroso disebut untuk sementara merangkap jabatan direktur utama dan posisi sebelumnya hingga ditetapkan pengganti definitif untuk jabatan Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan. 

Pergantian pucuk pimpinan PLN berlangsung ketika perusahaan tengah menghadapi perhatian luas akibat gangguan pasokan listrik di Batam dan Bintan, Kepulauan Riau. Pemadaman yang berlangsung selama berjam-jam menimbulkan keluhan masyarakat dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Persoalan tersebut juga mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto, yang meminta agar kondisi kelistrikan ditangani secara serius.

PLN menyatakan masih menelusuri penyebab gangguan tersebut. Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, sebelumnya menyampaikan bahwa gangguan diduga berkaitan dengan masalah pada salah satu transformator. Penelusuran dilakukan untuk memastikan penyebab utama sekaligus menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.

Di tengah persoalan tersebut, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan rencana untuk mengkaji kembali model bisnis PLN secara menyeluruh. Evaluasi itu diarahkan untuk memperkuat kesiapan perusahaan menghadapi gangguan pasokan listrik, termasuk penyempurnaan rencana cadangan agar sistem kelistrikan lebih tangguh ketika terjadi keadaan darurat. 

Evaluasi model bisnis PLN menjadi isu penting karena perusahaan memegang peran strategis dalam penyediaan listrik bagi rumah tangga, industri, dan berbagai kegiatan ekonomi. Keandalan pembangkit, transmisi, distribusi, serta kesiapan peralatan cadangan menjadi bagian yang menentukan kualitas layanan. Gangguan pada salah satu komponen dapat berdampak luas apabila sistem pengamanan dan pemulihan tidak berjalan optimal.

Perubahan kepemimpinan ini sekaligus menempatkan Suroso pada tantangan untuk menjaga kesinambungan operasional perusahaan, mempercepat penyelidikan gangguan kelistrikan, serta memastikan langkah pemulihan dan pencegahan berjalan efektif. Namun, pergantian direktur utama tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa gangguan listrik di Batam menjadi penyebab resmi keputusan pemegang saham. Hingga informasi yang tersedia dipublikasikan, alasan formal pergantian tersebut perlu merujuk pada keterangan resmi pemegang saham atau hasil lengkap RUPSLB.

Sementara itu, Darmawan Prasodjo telah memimpin PLN sejak 6 Desember 2021. Selama masa kepemimpinannya, PLN menjalankan agenda transformasi perusahaan dan mendukung program transisi energi nasional. Andi Arief juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Darmawan selama memimpin perusahaan, terutama dalam mendorong transformasi di tubuh PLN.

Ke depan, perhatian publik akan tertuju pada langkah yang diambil manajemen baru untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik dan memperbaiki respons terhadap gangguan. Selain penanganan masalah di Batam dan Bintan, evaluasi yang direncanakan Danantara diharapkan menghasilkan perbaikan sistematis agar kejadian serupa dapat dicegah atau dampaknya diminimalkan.

Pergantian direktur utama ini menjadi babak baru bagi PLN di tengah tuntutan masyarakat terhadap layanan listrik yang stabil dan dapat diandalkan. Hasil kepemimpinan Suroso akan dinilai dari kemampuan perusahaan menjaga pasokan, meningkatkan kesiapan infrastruktur, serta memastikan persoalan kelistrikan ditangani secara transparan dan bertanggung jawab.