PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyatakan kesiapan mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kepemilikan rekening perbankan bagi masyarakat. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat inklusi keuangan sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat terhubung dengan layanan keuangan formal.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan perseroan siap berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempersiapkan implementasi kebijakan tersebut. Menurutnya, BRI memiliki jaringan dan basis nasabah yang luas sehingga dapat menjadi salah satu kekuatan dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan.
“Kami siap mendukung arahan Presiden dan berkoordinasi dengan pemerintah serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk mempersiapkan implementasinya,” ujar Hery Gunardi.
Kesiapan tersebut ditopang oleh skala bisnis BRI yang telah menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Hingga akhir triwulan II 2026, BRI tercatat memiliki sekitar 131 juta nasabah individual.
Jumlah tersebut menunjukkan besarnya cakupan BRI dalam ekosistem perbankan nasional. Basis nasabah yang besar juga memberikan modal penting bagi perseroan untuk memperluas akses rekening, terutama bagi masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya terkoneksi dengan layanan keuangan formal.
Selain jumlah nasabah, BRI memiliki jaringan fisik dan digital yang tersebar luas. Perseroan tercatat memiliki 7.377 unit jaringan kantor yang menjadi salah satu kanal utama pelayanan masyarakat di berbagai daerah.
Jangkauan tersebut diperkuat dengan sekitar 637 ribu e-channel yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan perbankan melalui kanal elektronik. Kehadiran layanan digital menjadi semakin penting seiring perubahan perilaku masyarakat yang semakin terbiasa melakukan transaksi tanpa harus datang langsung ke kantor bank.
BRI juga memiliki jaringan 1,13 juta BRILink Agen yang telah menjangkau lebih dari 60 ribu desa. Keberadaan agen tersebut menjadi salah satu instrumen penting untuk mendekatkan layanan perbankan ke masyarakat, terutama di daerah yang belum memiliki akses perbankan konvensional secara mudah.
Melalui agen BRILink, masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan transaksi perbankan dengan memanfaatkan jaringan lokal. Model tersebut memungkinkan perluasan layanan keuangan dilakukan hingga tingkat komunitas dan desa sehingga masyarakat tidak harus selalu bergantung pada kantor cabang.
Di sisi lain, transformasi digital juga menjadi bagian penting dari strategi BRI. Super app BRImo hingga triwulan II 2026 telah digunakan oleh sekitar 49,7 juta pengguna. Angka tersebut memperlihatkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan perbankan digital sekaligus membuka peluang lebih besar untuk meningkatkan inklusi keuangan melalui teknologi.
Namun, Hery menekankan bahwa perluasan kepemilikan rekening tidak cukup hanya dilakukan dengan membuka akses. Masyarakat juga perlu mendapatkan edukasi agar memahami fungsi rekening, manfaat layanan perbankan, keamanan transaksi, hingga berbagai risiko yang mungkin muncul dalam penggunaan layanan digital.
Menurutnya, inklusi keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi keuangan. Masyarakat yang memiliki rekening tetapi belum memahami cara menggunakan layanan keuangan secara bijak belum sepenuhnya memperoleh manfaat dari inklusi tersebut.
Edukasi menjadi semakin penting ketika transaksi digital berkembang pesat. Masyarakat perlu memahami cara menjaga keamanan data pribadi, melindungi informasi perbankan, mengenali modus penipuan, serta menggunakan layanan keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Perluasan akses rekening juga dapat membuka peluang masyarakat untuk masuk lebih jauh ke dalam ekosistem ekonomi formal. Rekening perbankan dapat digunakan untuk menerima pembayaran, menabung, melakukan transaksi, hingga mengakses berbagai layanan keuangan lainnya.
Bagi kelompok masyarakat yang selama ini berada di luar sistem perbankan, kepemilikan rekening dapat menjadi langkah awal untuk membangun riwayat transaksi keuangan. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi mendukung akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang lebih beragam.
Arahan Presiden Prabowo mengenai perluasan kepemilikan rekening karena itu memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan jumlah rekening di perbankan. Kebijakan tersebut berkaitan dengan bagaimana masyarakat dapat semakin mudah mengakses sistem keuangan formal dan memanfaatkannya untuk mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.
BRI menilai kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar kebijakan tersebut dapat diterapkan secara efektif. Perluasan akses membutuhkan kesiapan infrastruktur, teknologi, sumber daya manusia, sekaligus pendekatan yang sesuai dengan karakteristik masyarakat di masing-masing wilayah.
Tantangan terbesar terletak pada memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal, terutama mereka yang berada di wilayah terpencil atau memiliki keterbatasan akses terhadap teknologi digital. Kehadiran jaringan kantor dan BRILink Agen menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu menjembatani kesenjangan tersebut.
Pada saat yang sama, digitalisasi harus tetap dibarengi dengan pendekatan edukatif. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan layanan perbankan secara digital, semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan mereka memahami cara bertransaksi secara aman dan bertanggung jawab.
Dengan 131 juta nasabah individual, ribuan jaringan kantor, ratusan ribu e-channel, jutaan agen BRILink, serta puluhan juta pengguna BRImo, BRI memiliki ekosistem yang relatif luas untuk mendukung agenda perluasan inklusi keuangan nasional.
Kini tantangannya bukan sekadar menambah jumlah masyarakat yang memiliki rekening, tetapi memastikan rekening tersebut benar-benar aktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi pemiliknya. Rekening harus menjadi pintu masuk menuju kebiasaan menabung, transaksi yang lebih aman, serta akses terhadap berbagai layanan keuangan yang dibutuhkan masyarakat.
Kesiapan BRI mendukung arahan Presiden tersebut juga menegaskan semakin pentingnya kolaborasi antara sektor perbankan dan pemerintah dalam memperluas akses keuangan. Dengan dukungan infrastruktur yang kuat dan literasi yang memadai, semakin banyak masyarakat diharapkan dapat terhubung dengan sistem keuangan formal.
Pada akhirnya, perluasan kepemilikan rekening bukan hanya soal angka. Di balik setiap rekening terdapat peluang bagi masyarakat untuk mengelola keuangan dengan lebih baik, melakukan transaksi secara lebih aman, dan memperoleh akses yang lebih luas terhadap aktivitas ekonomi formal. BRI pun menyatakan siap mengambil bagian dalam mewujudkan agenda tersebut.