Memuat berita

Nasional

BGN Copot Kepala SPPG Batang usai 219 Penerima MBG Alami Gangguan Kesehatan

Devi Sry Atmaja · 26 September 2026 · 14:52 WIB · 5 dibaca
BGN Copot Kepala SPPG Batang usai 219 Penerima MBG Alami Gangguan Kesehatan

Foto: Antara/Harviyan Perdana Putra

Badan Gizi Nasional mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Batang di kawasan Bawang, Jawa Tengah. Keputusan tersebut diambil setelah 219 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis mengalami gangguan kesehatan. Langkah tegas ini menjadi respons cepat lembaga terhadap insiden yang menimpa para penerima program. Penanganan kasus terus dilakukan secara koordinatif dengan pihak terkait. Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional Ketut Sumedana menjelaskan bahwa SPPG tersebut juga dihentikan sementara dengan kategori penangguhan berat. Keputusan suspend dan pencopotan kepala SPPG diambil setelah pemeriksaan awal menemukan sejumlah pelanggaran Standar Operasional Prosedur. Temuan tersebut menjadi dasar bagi BGN untuk menindak secara tegas pengelola di lapangan. Proses evaluasi masih berlangsung untuk mencegah kejadian serupa.

“Kami sudah suspend dengan kategori berat, serta mencopot Kepala SPPG Bawang. Di samping adanya pelanggaran SOP oleh dapur, juga ada sebagian dibawa pulang oleh penerima manfaat yang merupakan pelanggaran berat,” ujar Ketut Kamis, (24/09/2026)

Hingga Kamis, 24 September 2026, pukul 03.00 WIB, tercatat 219 penerima manfaat terdampak akibat insiden tersebut. Dari jumlah itu, 132 orang menjalani rawat inap dan 87 orang menjalani rawat jalan. Seluruh pasien tersebar di tujuh fasilitas kesehatan di wilayah sekitar. Data tersebut terus dimutakhirkan seiring perkembangan kondisi para penerima manfaat. Badan Gizi Nasional masih melakukan investigasi bersama Dinas Kesehatan. Pemeriksaan difokuskan pada ketidakpatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur dalam pengolahan makanan. Selain itu, kondisi kebersihan SPPG juga menjadi objek telaah mendalam. Hasil investigasi akan menentukan langkah hukum dan administratif selanjutnya.

Pelanggaran SOP di dapur menjadi salah satu temuan awal yang signifikan. Proses pengolahan makanan yang tidak sesuai standar dinilai berkontribusi terhadap gangguan kesehatan yang dialami penerima manfaat. BGN menekankan pentingnya kepatuhan penuh terhadap seluruh prosedur yang telah ditetapkan. Kelalaian di tahap produksi makanan langsung berdampak pada keselamatan konsumen. Selain pelanggaran di dapur, sebagian makanan juga dibawa pulang oleh penerima manfaat. Tindakan tersebut digolongkan sebagai pelanggaran berat karena berpotensi menimbulkan risiko tambahan. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk dikonsumsi di tempat dengan pengawasan ketat. Penyimpangan dari ketentuan ini memperbesar kemungkinan terjadinya masalah kesehatan.

Pencopotan Kepala SPPG Bawang menjadi sinyal tegas bahwa BGN tidak mentolerir kelalaian dalam pengelolaan program. Penangguhan dengan kategori berat terhadap seluruh unit SPPG tersebut memperkuat langkah korektif yang diambil. Pemerintah melalui BGN ingin menjaga kepercayaan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Keamanan dan kualitas makanan tetap menjadi prioritas utama. Investigasi yang melibatkan Dinas Kesehatan diharapkan dapat mengungkap seluruh akar permasalahan. Pemeriksaan laboratorium dan telaah proses produksi terus dilakukan. BGN berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap temuan secara transparan. Hasil investigasi akan menjadi dasar perbaikan sistem di seluruh SPPG di Indonesia.

Dengan dicopotnya Kepala SPPG Batang dan dihentikannya sementara operasional unit tersebut, BGN menunjukkan keseriusan dalam menjaga mutu Program Makan Bergizi Gratis. Sebanyak 219 penerima manfaat yang terdampak terus mendapatkan penanganan medis. Pemerintah berharap kejadian serupa tidak terulang di wilayah lain. Pengawasan terhadap seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi akan semakin diperketat ke depan.