JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pengaturan ulang sementara terhadap distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi kedaruratan sekaligus merespons penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa di wilayah terdampak. Penyesuaian operasional ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program MBG tetap berjalan secara aman, terukur, dan responsif terhadap perkembangan situasi di lapangan.
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN, Khairul Hidayati, mengatakan penyesuaian distribusi MBG merupakan langkah sementara yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Menurutnya, keselamatan dan keamanan penerima manfaat menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pelaksanaan program di tengah situasi kedaruratan.
“Penyesuaian ini bersifat sementara dan mengikuti dinamika kondisi di masing-masing wilayah. BGN akan terus memantau perkembangan dan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait agar operasional MBG dapat kembali disesuaikan ketika kondisi memungkinkan,” kata Hidayati.
Penerapan PJJ di wilayah terdampak mulai diberlakukan pada 7 September 2026. Durasi pelaksanaan pembelajaran dari rumah tersebut tidak ditetapkan secara seragam, melainkan mengikuti perkembangan kondisi serta kebijakan pemerintah daerah masing-masing. Sejalan dengan penghentian sementara kegiatan pembelajaran tatap muka, operasional MBG bagi penerima manfaat di satuan pendidikan juga dihentikan sementara. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk menyesuaikan mekanisme penyaluran makanan bergizi dengan kondisi aktivitas pendidikan di wilayah terdampak. BGN memastikan bahwa penghentian sementara distribusi MBG bagi penerima manfaat di satuan pendidikan bukan merupakan penghentian program secara permanen. Pelaksanaan program akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan situasi dan keputusan pemerintah daerah terkait kegiatan belajar mengajar.
Dalam kondisi normal, distribusi MBG di satuan pendidikan dilakukan dengan menyesuaikan jadwal kegiatan belajar siswa. Dengan diberlakukannya PJJ, pola distribusi tersebut perlu disesuaikan agar pelaksanaan program tidak menimbulkan risiko bagi siswa maupun pihak yang terlibat dalam proses penyediaan dan distribusi makanan. BGN juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait dilakukan untuk memastikan setiap keputusan mengenai operasional MBG dapat diambil berdasarkan kondisi faktual di lapangan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga keberlangsungan program MBG sekaligus memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas ketika terjadi situasi darurat. Penyesuaian distribusi akan dilakukan kembali apabila kondisi di wilayah terdampak telah memungkinkan kegiatan pembelajaran tatap muka dan operasional program berjalan secara aman. Dengan demikian, pelaksanaan MBG di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau tetap mengikuti perkembangan situasi dan kebijakan pemerintah daerah. BGN menegaskan akan terus melakukan evaluasi agar program pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya peserta didik, dapat kembali berjalan optimal setelah kondisi dinyatakan memungkinkan.