Memuat berita

Nasional

BEM SI Gelar Aksi di Depan DPR, Polda Metro Siagakan 3.983 Personel

Devi Sry Atmaja · 05 Oktober 2026 · 19:42 WIB · 2 dibaca
BEM SI Gelar Aksi di Depan DPR, Polda Metro Siagakan 3.983 Personel

Foto: AFU.id

JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI akan menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (5/10/2026). Rencana aksi mulai menarik perhatian publik sejak diumumkan melalui media sosial. Lokasi di kawasan parlemen menjadi pusat penyampaian aspirasi. Berdasarkan poster “Seruan Aksi Nasional” yang diunggah melalui akun Instagram resmi BEM SI, @bem_si, aksi dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB. Poster tersebut berisi ajakan kepada mahasiswa dan masyarakat untuk hadir. Informasi resmi dari organisasi kemahasiswaan tersebut menjadi rujukan utama. Persiapan aksi terus dilakukan oleh panitia.

Salah satu anggota BEM SI, Presiden Mahasiswa Universitas Binaniaga Bogor, M. Azrin Nahusy, mengonfirmasi rencana tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi memang akan digelar pada hari ini. “Betul (BEM SI gelar aksi hari ini),” kata Azrin Nahusy. Keterangan singkat itu memperkuat kepastian pelaksanaan demonstrasi.

Aksi di depan Gedung DPR/MPR menjadi salah satu saluran penyampaian pendapat mahasiswa. BEM SI sebagai organisasi lintas kampus kerap menggelar aksi nasional untuk menyuarakan berbagai isu. Kehadiran massa mahasiswa diharapkan dapat menarik perhatian para pembuat kebijakan. Suasana di kawasan Senayan diperkirakan akan lebih ramai. Sementara itu, pihak kepolisian telah menyiapkan pengamanan terkait aksi tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Budi Hermanto menyatakan kesiapan personel. Polda Metro Jaya tidak tinggal diam menghadapi rencana demonstrasi. Pengamanan dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran aksi.

Budi Hermanto mengungkapkan jumlah personel yang disiagakan. Sebanyak 3.983 personel gabungan dipersiapkan untuk mengamankan berbagai kegiatan. Jumlah tersebut tidak hanya untuk aksi BEM SI. Pengamanan mencakup total 46 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang berlangsung di Jakarta dan sekitarnya pada hari yang sama. Dengan 46 kegiatan penyampaian pendapat yang berlangsung serentak, beban pengamanan cukup tinggi. Polda Metro Jaya membagi personel ke berbagai lokasi. Aksi BEM SI di depan DPR menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus. Koordinasi antar satuan kerja dilakukan untuk memastikan situasi terkendali.

Kombes Budi Hermanto menekankan bahwa pengamanan bertujuan melayani hak warga negara dalam menyampaikan pendapat. Polisi hadir untuk menjaga ketertiban, bukan menghalangi aksi. Personel gabungan terdiri dari berbagai unsur di jajaran Polda Metro Jaya. Kesiapsiagaan dijaga sejak pagi hari. Rencana aksi BEM SI yang diumumkan melalui Instagram memudahkan publik untuk mengetahui detail lokasi dan waktu. Poster “Seruan Aksi Nasional” menjadi media utama sosialisasi. Mahasiswa dari berbagai kampus diharapkan bergabung. Massa diperkirakan mulai berkumpul menjelang pukul 13.00 WIB.

M. Azrin Nahusy sebagai salah satu pengurus BEM SI memberikan konfirmasi langsung. Keterangannya kepada media memperkuat informasi yang sudah beredar. Ia tidak memberikan detail tambahan mengenai tuntutan aksi pada kesempatan tersebut. Fokus utama tetap pada kepastian pelaksanaan. Di kawasan Gedung DPR/MPR, persiapan pengamanan terlihat sejak pagi. Barikade dan titik pengamanan mulai disiapkan. Lalu lintas di sekitar Senayan berpotensi terdampak saat aksi berlangsung. Pengendara diimbau mencari jalur alternatif jika diperlukan. Polda Metro Jaya memastikan bahwa seluruh kegiatan penyampaian pendapat akan diamankan dengan proporsional. Jumlah 3.983 personel merupakan total untuk 46 kegiatan di Jakarta dan sekitarnya. Pembagian personel disesuaikan dengan skala masing-masing aksi. Aksi BEM SI menjadi salah satu yang dipantau ketat.

Dengan adanya konfirmasi dari BEM SI dan kesiapan pengamanan dari Polda Metro Jaya, aksi di depan DPR dipastikan akan berlangsung. Mahasiswa diharapkan menyampaikan aspirasi secara tertib. Pihak kepolisian siap mengawal agar situasi tetap kondusif. Hak menyampaikan pendapat dijamin sepanjang tidak melanggar hukum. Koordinasi antara panitia aksi dan pihak kepolisian menjadi kunci kelancaran. BEM SI sebagai penyelenggara memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban massa. Sementara polisi hadir untuk memberikan rasa aman. Sinergi keduanya diharapkan membuat aksi berjalan damai.