Memuat berita

Nasional

Banjir Bandang Terjang Padang, Warga Lumin Park Dievakuasi Brimob ke Tempat Aman

Fazlur Rahman · 10 Oktober 2026 · 23:19 WIB · 2 dibaca
Banjir Bandang Terjang Padang, Warga Lumin Park Dievakuasi Brimob ke Tempat Aman

Foto: Bisnis.com

Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026), setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari. Luapan air sungai mengakibatkan sejumlah permukiman warga terendam dan memaksa petugas melakukan evakuasi untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

Salah satu kawasan yang terdampak adalah Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun. Di lokasi tersebut, tim SAR dari Brigade Mobil (Brimob) Polda Sumatera Barat turun langsung membantu warga yang terdampak banjir dan memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman. Petugas mengutamakan keselamatan warga, terutama mereka yang berada di area yang terendam atau berisiko terdampak aliran air lebih deras.

Banjir yang terjadi setelah hujan lebat itu tidak hanya berdampak di Lumin Park. Sejumlah kawasan lain di Kota Padang juga dilaporkan terdampak, termasuk Kampung Apa di Kecamatan Koto Tangah serta Lapau Munggu di Kecamatan Kuranji. Pemerintah Kota Padang menyebut wilayah Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo turut menjadi perhatian dalam penanganan banjir. 

Luapan Sungai Lubuk Minturun dilaporkan menyebabkan air memasuki kawasan permukiman di Kampung Apa. Kondisi tersebut membuat warga membutuhkan bantuan untuk menyelamatkan diri dan memindahkan barang-barang penting dari rumah yang terendam. Tim gabungan dikerahkan untuk menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan, termasuk kelompok rentan. 

Berdasarkan data sementara Pemerintah Kota Padang, sekitar 40 orang telah dievakuasi dari kawasan Lumin Park. Sementara itu, di Kampung Apa, sebanyak 35 orang dilaporkan telah dievakuasi. Di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, sekitar 40 kepala keluarga terdampak banjir, sedangkan warga di kawasan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, dilaporkan melakukan evakuasi secara mandiri. Data tersebut merupakan laporan sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan. 

Penanganan darurat dilakukan melalui koordinasi berbagai unsur, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta dukungan TNI dan Polri. Tim SAR juga menyiagakan peralatan evakuasi untuk membantu menjangkau warga di lokasi yang sulit diakses akibat tingginya genangan air. 

Wali Kota Padang Fadly Amran menginstruksikan pengerahan tim gabungan untuk memprioritaskan penyelamatan warga dan pertolongan darurat. Pemerintah kota juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) guna mengantisipasi kebutuhan dukungan tambahan apabila situasi di lapangan memerlukan penanganan lebih lanjut. 

Di tengah proses evakuasi, warga di kawasan rawan banjir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan susulan dan kenaikan debit air secara tiba-tiba. Masyarakat yang tinggal di dekat sungai atau di daerah yang mudah tergenang diimbau segera menjauhi lokasi berbahaya apabila permukaan air meningkat dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Banjir kali ini juga berdampak pada sejumlah pekerjaan rehabilitasi pascabencana yang sebelumnya dilakukan di Kota Padang. Pemerintah setempat masih memprioritaskan keselamatan warga serta pemantauan kondisi di titik-titik terdampak, sementara perkembangan situasi dan pendataan kerugian masih perlu diperbarui berdasarkan informasi resmi dari petugas.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa hujan berintensitas tinggi dapat memicu luapan sungai dan banjir dalam waktu relatif singkat. Warga di kawasan rawan diharapkan tidak menunggu hingga kondisi memburuk untuk menyelamatkan diri. Dalam situasi darurat, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dibandingkan menyelamatkan barang-barang dari rumah yang terendam.