Memuat berita

Berita International

Banjir Bandang Terjang Nepal usai Longsor Tutup Sungai Budhi Gandaki

Devi Sry Atmaja · 12 Oktober 2026 · 14:59 WIB · 2 dibaca
Banjir Bandang Terjang Nepal usai Longsor Tutup Sungai Budhi Gandaki

Foto: ZUMA Press Wire

Banjir bandang kembali menerjang wilayah Nepal. Kejadian dipicu tanah longsor yang menutup aliran Sungai Budhi Gandaki. Volume air yang tertahan kemudian meluap dan mengancam permukiman di sekitarnya. Otoritas setempat langsung meningkatkan kewaspadaan. Dilansir dari Reuters pada Minggu (11/10/2026) pejabat Nepal segera mengeluarkan imbauan. Penduduk desa di sekitar wilayah yang diterjang banjir bandang diminta segera mengevakuasi diri. Tempat yang lebih aman menjadi tujuan pengungsian sementara. Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama.

Banjir di Sungai Budhi Gandaki telah menghanyutkan beberapa rumah. Infrastruktur lain di sepanjang aliran sungai juga ikut rusak. Kerusakan material terlihat jelas di sejumlah titik. Proses pendataan dampak masih terus dilakukan pihak berwenang. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa. Otoritas masih melakukan pemeriksaan di lokasi-lokasi terdampak. Kewaspadaan tetap tinggi karena kondisi sungai belum sepenuhnya stabil. Pemantauan aliran air terus dilakukan. Video yang beredar secara daring memperlihatkan situasi di lapangan. Aliran air yang membawa lumpur terlihat menghantam bangunan di pinggir sungai. Rekaman tersebut menunjukkan kekuatan arus banjir bandang. Warga yang melihat video diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan resmi.

Sungai Budhi Gandaki merupakan anak sungai dari Sungai Trishuli. Lokasinya berada di wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi. Kondisi geografis pegunungan membuat risiko longsor dan banjir bandang selalu mengintai. Musim hujan meningkatkan kerentanan tersebut. Wilayah yang dilanda banjir berada di hilir dari anak sungai lain. Di lokasi tersebut, runtuhnya gletser sempat memicu banjir dahsyat pada bulan Agustus lalu. Bencana Agustus menewaskan 1.457 orang. Ribuan lainnya masih dinyatakan hilang hingga kini.

Pejabat birokrasi tertinggi di distrik Gorkha, Dharmendra Kumar Mishra, memberikan keterangan resmi. Ia menegaskan langkah yang sudah diambil pemerintah setempat. “Kami telah meminta penduduk desa yang tinggal di sepanjang bantaran sungai di bagian hilir untuk mengungsi dan menjaga keselamatan diri,” ujar Mishra. Imbauan tersebut disampaikan agar warga segera menjauh dari zona bahaya. Evakuasi menjadi langkah preventif yang paling mendesak. Penduduk di bantaran sungai hilir diarahkan menuju lokasi yang lebih tinggi. Posko pengungsian sementara dipersiapkan di tempat aman. Bantuan logistik mulai disalurkan kepada warga yang mengungsi.

Tanah longsor yang menutup aliran sungai menjadi pemicu utama banjir bandang kali ini. Material longsoran membendung air hingga volume meningkat drastis. Ketika bendungan alam jebol, air dan lumpur menerjang dengan deras. Fenomena serupa sering terjadi di wilayah pegunungan Nepal. Kerusakan rumah dan infrastruktur menambah beban warga yang sudah sering dilanda bencana. Beberapa bangunan yang berada dekat sungai tidak mampu bertahan. Proses pemulihan dipastikan membutuhkan waktu dan sumber daya. Pemerintah setempat berkoordinasi dengan pihak terkait.

Bencana Agustus yang menewaskan 1.457 orang masih membekas dalam ingatan masyarakat. Ribuan orang yang hilang hingga kini belum ditemukan. Banjir bandang terbaru di Budhi Gandaki memunculkan kekhawatiran akan terulangnya tragedi serupa. Kewaspadaan ditingkatkan di seluruh wilayah rawan. Dharmendra Kumar Mishra menekankan pentingnya warga menjaga keselamatan diri. Imbauan pengungsian tidak hanya formalitas, melainkan langkah nyata penyelamatan. Penduduk yang tinggal di bantaran sungai hilir menjadi kelompok paling berisiko. Kepatuhan terhadap arahan pejabat sangat diharapkan. Video yang menunjukkan lumpur menghantam bangunan menjadi bukti visual kekuatan banjir. Rekaman tersebut memperkuat urgensi evakuasi. Otoritas memanfaatkan informasi visual untuk memetakan area terdampak. Pemantauan dari udara dan darat terus dilakukan.