Memuat berita

Berita International

Arab Saudi Bantah Isu Bom Bunuh Diri di Masjidil Haram, Pria yang Diamankan Picu Kepanikan

Fazlur Rahman · 04 Oktober 2026 · 22:07 WIB · 2 dibaca
Arab Saudi Bantah Isu Bom Bunuh Diri di Masjidil Haram, Pria yang Diamankan Picu Kepanikan

Foto: Jawa Pos

Otoritas keamanan Arab Saudi membantah tegas kabar yang beredar di media sosial mengenai adanya percobaan bom bunuh diri di Masjidil Haram, Makkah. Pemerintah Saudi memastikan informasi yang menyebut seorang pria dengan rompi peledak berupaya mendekati Ka'bah tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.

Klarifikasi tersebut disampaikan setelah video penangkapan seorang pria di kawasan Masjidil Haram beredar luas di media sosial. Rekaman itu kemudian disertai narasi yang mengklaim bahwa petugas keamanan berhasil menggagalkan aksi seorang pengebom bunuh diri di lokasi suci tersebut. Namun, otoritas keamanan Saudi menyatakan klaim tersebut tidak benar. 

Direktorat Jenderal Keamanan Publik Arab Saudi menjelaskan bahwa petugas memang mengamankan seorang pria di Kota Suci Makkah. Namun, penangkapan tersebut dilakukan karena pria itu mengganggu orang-orang yang melintas dan menimbulkan ketakutan serta kepanikan di sekitarnya.

"Otoritas keamanan di Kota Suci telah menangkap seseorang karena mengganggu orang-orang yang melintas dan menyebarkan ketakutan serta kepanikan di antara mereka, dan dia segera ditindak," demikian pernyataan otoritas keamanan Saudi yang disampaikan melalui platform X. 

Otoritas juga secara khusus menegaskan bahwa tidak ada kebenaran dalam klaim yang mengaitkan insiden tersebut dengan upaya serangan bom bunuh diri. Dengan demikian, video penangkapan yang beredar tidak dapat dijadikan bukti bahwa telah terjadi percobaan serangan teror di Masjidil Haram.

Pihak berwenang menyatakan tindakan terhadap pria tersebut dilakukan segera setelah petugas mendapati perilakunya mengganggu masyarakat dan memicu kepanikan. Proses hukum kemudian dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku. Menurut laporan Gulf News, pria tersebut telah dirujuk kepada Kejaksaan untuk proses lebih lanjut. 

Hingga klarifikasi tersebut disampaikan, otoritas Saudi belum mengungkap identitas pria yang diamankan maupun menjelaskan secara rinci motif tindakannya. Informasi resmi yang tersedia sejauh ini hanya menyebut bahwa pria tersebut mengganggu orang-orang yang melintas dan menyebabkan ketakutan serta kepanikan.

Klaim mengenai bom bunuh diri muncul setelah sejumlah akun media sosial mengunggah video yang memperlihatkan aparat mengamankan seorang pria. Video tersebut kemudian berkembang menjadi narasi bahwa pria itu mengenakan rompi peledak dan berupaya mendekati Ka'bah sebelum dihentikan petugas.

Narasi tersebut mendapat perhatian luas karena lokasi kejadian berada di Masjidil Haram, salah satu situs paling suci bagi umat Islam dan tempat jutaan umat Muslim datang untuk melaksanakan ibadah haji maupun umrah. Namun, berdasarkan pernyataan resmi otoritas keamanan Saudi, tidak ada konfirmasi mengenai keberadaan bahan peledak ataupun percobaan serangan seperti yang disebut dalam unggahan media sosial tersebut. 

Otoritas Saudi kemudian mengimbau masyarakat dan media agar tidak menjadikan informasi yang beredar di media sosial sebagai rujukan utama sebelum memperoleh konfirmasi dari sumber resmi. Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah penyebaran informasi yang keliru dan kepanikan di tengah masyarakat, khususnya di sekitar kawasan Masjidil Haram. 

Kasus ini sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah rekaman penangkapan yang berlangsung di lokasi yang sangat sensitif dapat dengan cepat berkembang menjadi narasi berbeda ketika disebarkan tanpa konteks dan verifikasi. Dalam kasus ini, keberadaan seorang pria yang diamankan aparat memang dikonfirmasi, tetapi alasan penangkapan menurut otoritas Saudi adalah karena tindakan yang mengganggu orang lain dan memicu ketakutan, bukan karena percobaan bom bunuh diri.

Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi yang mengindikasikan adanya serangan bom atau ancaman bahan peledak di Masjidil Haram terkait insiden tersebut. Otoritas Saudi juga belum memberikan informasi lebih jauh mengenai identitas pria yang diamankan maupun perkembangan proses hukumnya.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, informasi mengenai dugaan percobaan bom bunuh diri di Masjidil Haram yang beredar di media sosial dinyatakan tidak benar oleh otoritas keamanan Saudi. Masyarakat pun diminta menunggu informasi dari kanal resmi agar tidak ikut menyebarkan narasi yang belum terverifikasi mengenai keamanan di kawasan Masjidil Haram.