Memuat berita

Nasional

Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, Sembilan Kali Erupsi dalam Sehari Jadi Sorotan

Fazlur Rahman · 11 Oktober 2026 · 17:08 WIB · 2 dibaca
Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, Sembilan Kali Erupsi dalam Sehari Jadi Sorotan

Foto: Media Indonesia

Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda mengalami peningkatan aktivitas vulkanik hingga statusnya dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menyatakan, perubahan status tersebut berlaku sejak Jumat (9/10/2026) pukul 21.00 WIB setelah dilakukan analisis dan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas gunung api tersebut. 

Peningkatan status ini menjadi perhatian karena Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami sejumlah erupsi dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan catatan pengamatan visual pada Jumat (9/10/2026) hingga pukul 19.20 WIB, gunung api tersebut mengalami sembilan kali erupsi dengan amplitudo maksimum mencapai 55 milimeter dan durasi erupsi hingga 32 detik. Meski demikian, tinggi kolom erupsi pada pengamatan tersebut tidak teramati. 

Kepala BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi, menjelaskan bahwa penetapan status Siaga dilakukan berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Perubahan tersebut menandakan perlunya peningkatan kewaspadaan masyarakat dan pihak-pihak yang beraktivitas di sekitar kawasan gunung api.

Kenaikan status dari Waspada menjadi Siaga juga menunjukkan bahwa perkembangan aktivitas gunung api terus dipantau oleh otoritas terkait. Berdasarkan laporan evaluasi Badan Geologi, tercatat 14 kali erupsi selama periode 6–9 Oktober 2026. Rangkaian aktivitas tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam meningkatkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Meski frekuensi erupsi meningkat, pemantauan instrumental menunjukkan sejumlah parameter masih berfluktuasi. Pengukuran melalui Real-time Seismic Amplitude Measurement

Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya membaca aktivitas gunung api berdasarkan keseluruhan parameter pemantauan, bukan hanya jumlah erupsi yang tercatat. Penentuan tingkat aktivitas dilakukan melalui analisis berbagai data dan evaluasi oleh otoritas geologi yang berwenang.

Dengan status Level III (Siaga), masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti rekomendasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, serta BPBD setempat. Warga, nelayan, wisatawan, dan pelaku kegiatan wisata bahari perlu memperhatikan perkembangan informasi sebelum melakukan aktivitas di sekitar perairan Selat Sunda.

Masyarakat juga diimbau tidak mendekati kawasan gunung api di luar batas aman yang ditetapkan otoritas. Pembatasan aktivitas di sekitar kawah penting untuk mengurangi risiko apabila terjadi erupsi lanjutan atau lontaran material vulkanik.

Selain itu, informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau perlu diperoleh melalui kanal resmi pemerintah. Masyarakat diharapkan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi, terutama informasi yang dapat memicu kepanikan.

Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi pengingat bahwa kondisi gunung api dapat berubah dan membutuhkan pemantauan berkelanjutan. Karena itu, kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan, kesiapsiagaan pemerintah daerah, serta akses terhadap informasi resmi menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko bagi masyarakat.

Dengan status Siaga yang mulai berlaku sejak 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus menjadi perhatian otoritas terkait. Masyarakat di sekitar Selat Sunda diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti arahan resmi demi keselamatan bersama.