Memuat berita

Nasional

AHY: 25 Tahun Demokrat Mengajarkan Kepercayaan Rakyat Harus Diperjuangkan Setiap Hari

Fazlur Rahman · 09 September 2026 · 22:11 WIB · 2 dibaca
AHY: 25 Tahun Demokrat Mengajarkan Kepercayaan Rakyat Harus Diperjuangkan Setiap Hari

Foto: Istimewa

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merefleksikan perjalanan 25 tahun Partai Demokrat dengan menekankan satu pelajaran penting dalam kehidupan politik: perjuangan tidak pernah selesai dan kepercayaan rakyat tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang otomatis melekat pada sebuah partai.

Pesan tersebut disampaikan AHY dalam pidato politiknya pada Senin, 7 September 2026, saat memperingati perjalanan seperempat abad Partai Demokrat. Menurut dia, pengalaman selama 25 tahun menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan politik akan terus diuji, baik oleh dinamika zaman maupun oleh harapan masyarakat yang terus berkembang.

AHY menegaskan, kepercayaan rakyat bukanlah sesuatu yang dapat diwariskan begitu saja. Sebuah partai mungkin memiliki sejarah panjang, pengalaman pemerintahan, maupun tokoh-tokoh yang dikenal masyarakat, tetapi semua itu tidak secara otomatis menjamin dukungan rakyat di masa depan.

“Kepercayaan rakyat harus diperjuangkan setiap hari,” kata AHY dalam pidatonya.

Bagi AHY, politik tidak semestinya hanya diukur dari seberapa lantang suara yang disampaikan kepada publik. Banyaknya janji politik, besarnya kekuasaan, maupun posisi yang dimiliki seseorang atau partai juga bukan ukuran tunggal keberhasilan dalam politik.

Menurutnya, ukuran yang jauh lebih penting adalah dampak nyata dari kebijakan dan keputusan politik terhadap kehidupan masyarakat. Politik pada akhirnya harus menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan secara langsung oleh rakyat.

AHY mengatakan harapan masyarakat sebenarnya sederhana. Rakyat menginginkan kehidupan yang terus membaik dari waktu ke waktu. Karena itu, keberhasilan seorang pemimpin, partai politik, maupun pemerintahan semestinya dilihat dari kemampuan menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Harapan rakyat sesungguhnya sederhana. Hidup hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hidup hari esok harus lebih baik dari hari ini. Itulah ukuran paling jujur bagi setiap pemimpin politik, setiap partai politik, dan setiap pemerintahan,” ujar AHY.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari refleksi AHY atas perjalanan Partai Demokrat selama seperempat abad. Dalam rentang waktu tersebut, Demokrat telah melewati berbagai fase politik nasional, mulai dari menjadi kekuatan politik baru hingga berada dalam pemerintahan dan kembali menghadapi dinamika politik sebagai salah satu partai besar di Indonesia.

Bagi AHY, panjangnya perjalanan tersebut justru menjadi pengingat bahwa tidak ada keberhasilan politik yang bersifat permanen. Kondisi politik dapat berubah, demikian pula tingkat kepercayaan dan harapan masyarakat terhadap partai politik.

Karena itu, sebuah partai harus terus membuktikan keberadaannya melalui kerja nyata. Sejarah dan capaian masa lalu penting sebagai bagian dari identitas, tetapi tidak cukup untuk mempertahankan kepercayaan publik tanpa adanya kontribusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

AHY menilai kerja politik harus selalu dikaitkan dengan kepentingan rakyat. Setiap keputusan dan kebijakan yang diambil oleh para politisi pada akhirnya akan memiliki konsekuensi terhadap kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, kekuasaan tidak boleh hanya dipandang sebagai tujuan, melainkan sebagai instrumen untuk menghasilkan manfaat.

Pesan tersebut sekaligus menjadi refleksi internal bagi Partai Demokrat dalam menghadapi perjalanan politik ke depan. Memasuki usia 25 tahun, partai yang didirikan pada 2001 tersebut dituntut untuk terus menjawab perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Kepercayaan publik, menurut AHY, harus dibangun melalui proses yang panjang. Ia tidak hadir hanya karena sebuah partai memiliki nama besar, sejarah panjang, atau pernah memenangkan pemilu. Kepercayaan harus diperoleh melalui konsistensi, integritas, serta bukti bahwa perjuangan politik benar-benar memberikan manfaat.

Dengan demikian, refleksi seperempat abad Partai Demokrat yang disampaikan AHY tidak hanya berbicara mengenai perjalanan organisasi politik tersebut, tetapi juga mengenai tantangan yang dihadapi setiap kekuatan politik untuk mempertahankan relevansinya di tengah masyarakat.

AHY mengingatkan bahwa rakyat memiliki ukuran yang sederhana dalam menilai hasil politik. Ketika kehidupan masyarakat membaik, kebijakan memberikan manfaat, dan pemerintah maupun partai mampu menjawab kebutuhan publik, di situlah kepercayaan dapat tumbuh.

Sebaliknya, ketika janji politik tidak berujung pada perubahan yang dirasakan masyarakat, kepercayaan dapat terkikis. Karena itu, bagi AHY, perjalanan 25 tahun Demokrat harus menjadi momentum untuk terus menguji perjuangan politik melalui kerja nyata.

Pesan tersebut menegaskan bahwa tantangan politik ke depan bukan sekadar bagaimana memenangkan kontestasi atau mempertahankan kekuasaan, tetapi bagaimana memastikan kekuasaan dan keputusan politik benar-benar menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat.

Memasuki babak baru perjalanan Partai Demokrat, AHY pun menempatkan kepercayaan publik sebagai sesuatu yang harus terus diperjuangkan. Sebab, dalam politik, sejarah dapat menjadi modal, tetapi hanya kerja nyata yang mampu mempertahankan kepercayaan rakyat.